16 Oktober 2009

Udah Makan Siang..Tiduuur..?

Pernahkan Anda mengeluh, “Setelah makan siang, tubuh rasanya bukan kembali segar tapi malah mengantuk. Kerja pun jadi tidak bersemangat lagi. Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi masalah ini?”.

Keluhan seperti ini tidak saja terjadi pada Anda. Sebagian besar orang juga pernah, bahkan hampir setiap hari, mengalami keluhan seperti ini. Jika masalah ini tidak segera diatasi bisa sangat mengganggu aktifitas dan mempengaruhi produktivitas kerja.

Rasa kantuk yang menyerang setiap habis makan, biasanya merupakan suatu reaksi food coma. Banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya food coma ini. Sebagai gambaran, tubuh kita diibaratkan sebuah mesin pengolah yang berfungsi untuk menyerap sari makanan. Kalau makanan yang kita konsumsi dalam porsi yang cukup besar, otomatis tubuh kita akan bekerja ekstra keras untuk mencernanya. Akibatnya, tubuh akan terasa lelah dan mengantuk.

Dr. Allan Spreen, ahli nutrisi dari Amerika, menganjurkan untuk menyesuaikan waktu makan kita dengan bioritme tubuh. Dari hasil penelitian diketahui bahwa serangan food coma sering terjadi pada jam-jam berikut:

pukul 10.00 yaitu 2 jam setelah sarapan,
pukul 14.00 yaitu 2 jam setelah makan siang,
pukul 16.00 yaitu 4 atau 5 jam sebelum makan malam,

dimana di antara waktu-waktu tersebut, kadar gula darah sedang dalam kondisi menurun.

Bagaimana cara mengatasinya?

Usahakan makan tidak dalam porsi yang besar. Pilihlah makanan dengan kandungan karbohidrat yang cukup.
Pada jam-jam setelah makan, usahakan untuk mengkonsumsi camilan yang high protein. Tidak perlu dalam jumlah yang banyak asalkan perut Anda tetap dalam kondisi terisi.
Pilihlah makanan dengan kadar lemak yang rendah, karena di dalamnya pasti kaya akan kandungan gula.
Di antara waktu sebelum jam makan, jangan segan-segan untuk makan permen. Pilihlah permen berlabel low fat.


Sumber : chem-is-try.org

Read More..

25 September 2009

Teknik Membaca Cepat

Membaca adalah kunci ilmu pengetahuan, dengan membaca maka pengetahuan, informasi dan segala yang tidak ketahui akan terbuka. Nah..gudang dari pengetahuan ini adalah buku. Mudah-mudahan dengan sedikit tips dari Mas Hernowo ini semakin banyak orang Indonesia tertarik membaca buku.

Teknik ini diadopsi Hernowo dari Dr. Georgi Lozanov, psikiater asal Bulgaria yang menggagas konsep Accelerated Learning. Konsep ini menekankan penggunaan musik dalam belajar. Ini adalah usaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Musik membantu menciptakan rasa santai, mengaktifkan otak kanan, dan membantu mengingat jangka panjang. Musik memberikan irama dalam membaca. Kecepatan membaca pun bisa disesuaikan dengan musik yang mengalun. Berikut ini cara membaca cepat yang mengalun itu:

1. Pilih buku yang Anda ingin/perlu baca.
2. Mulailah membaca setiap baris teks di 2-3 kata dari awal baris.
Melewatkan beberapa kata yang tak penting tak akan mengurangi makna.
3. Berhentilah membaca di 2-3 kata akhir baris.
4. Letakkan tangan mendatar di atas halaman buku dan gerakkan maju mundur sepanjang halaman
dengan gerakan menyapu. Gerakkan tangan menuruni halaman dengan kecepatan tetap.
5. Tambah kecepatan tangan.
6. Biarkan mata mengikuti ujung jari tetapi tetap dalam batasan sapuan tadi.
7. Tambah kecepatan hingga hanya 4-5 detik per halaman.

Jika buku yang dibaca tergolong berat dan rumit (seperti buku ajar) maka cara membaca super ala Colin Rose ini dapat dipilih:
1. Ciptakan gambaran keseluruhan (Apa gagasan intinya?)
2. Lihat sekilas bahan-bahannya. Jika menambah pengetahuan Anda teruskan, jika tidak tinggalkan.
3. Buatlah sketsa mengenai hal-hal yang Anda ketahui.
4. Siapkan pertanyaan.
5. Bacalah secara cepat teks yang ada di setiap bab.
6. Tinjaulah kembali apa yang pernah dibaca secara cepat.
7. Buatlah catatan.
8. Ulangi pembacaan.

Catatan ini dinukil dari Buku Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Membaca, karya Hernowo, diterbitkan: Mizan Learning Centre (2005); http://indonesiabuku.com/?p=1717


Read More..

21 September 2009

Buat Suami yang Terganggu Kebahagiaannya

Buat para suami yang merasa terganggu kebahagiaannya dalam berrumah tangga, yang utama adalah gangguan fungsi seksual. Untuk mendapatkan kembali "kejantanannya" itu, berbagai cara pun dicoba. Mulai dari akupunktur hingga ramuan herbal. Tren kembali ke alam menyebabkan penggunaan obat alami meningkat, termasuk untuk mengobati disfungsi seksual (DE). Meski menggunakan bahan alami, pemakaian yang melebihi dosis tetap bisa menyebabkan efek samping. 

Para ahli menyatakan, mengobati DE sendiri tanpa konsultasi dokter sangat berbahaya. "Bila Anda mengalami impoten, hal pertama yang harus dilakukan adalah diagnosis dokter," kata seorang ahli impotensi, Steve Lamm, penulis buku The Hardness Factor. Menurutnya, mayoritas pria penderita DE memerlukan obat DE.

Namun, ia tak menampik pria dengan tingkat DE menengah, yang merasa ereksinya tidak sekeras biasanya, bisa dibantu dengan obat-obatan alami. Nah terapi atau obat apa saja yang bisa dilakukan?

Akupunktur
Walaupun metode tusuk jarum ini telah dipakai untuk mengobati impotensi, belum ada penelitian ilmiah yang dengan tegas mendukungnya. Pada tahun 2009, ilmuwan Korea Selatan melakukan review pada beberapa kajian tentang akupunktur untuk mengatasi DE. Menurut mereka, akupunktur kurang efektif untuk mengobati DE. Sayapun pernah mencoba terapi ini memang butuh beberapa kali terapi, dan efektifitasnya kurang.

Ginseng
Ginseng merah (red ginseng) dari Korea sudah sejak lama dipakai untuk merangsang fungsi organ seksual pria. Namun, baru sedikit penelitian ilmiah mengenai herbal yang terkenal ini. Dalam studi terhadap 45 pria impoten, diketahui ginseng merah berkhasiat menambah kekerasan ereksi. Diskusikan dengan dokter sebelum mengonsumsi ginseng karena bahan ini bisa menyebabkan alergi bila dipakai bersamaan dengan obat lain. Di Indonesia ginseng juga dipercaya untuk mengobati berbagai penyakit, untuk daya tahan tubuh, dan banyak juga dikombinasi dengan berbagai minuman energi dan kopi, seperti kopi ginseng, kukubima, dll.

Ginko Biloba
Meski lebih terkenal sebagai obat untuk meningkatkan daya ingat, tanaman ini juga dipercaya berkhasiat memulihkan ereksi pada penderita DE. Sayangnya, beberapa penelitian tidak memperlihatkan perbaikan kemampuan ereksi meski sudah mendapat suntikan bahan aktif ginko.
Para ahli menduga ginko tidak memperbaiki ereksi secara langsung. Namun, kemampuannya memperbaiki peredaran darah memudahkan terjadinya rangsangan erotik untuk menimbulkan libido.

Yohimbe
Sebelum Viagra dan obat DE lainnya ditemukan, dokter terkadang meresepkan obat herbal yohime (yohimbine hydrochloride) untuk pasien DE. Peran utamanya adalah meningkatkan pasokan darah ke jaringan erektil penis.
Namun, banyak ahli meragukan keefektifan tanaman ini. Terlebih, tanaman ini memiliki efek samping berupa tekanan darah tinggi, kecemasan, dan sakit kepala. FDA merekomendasikan penggunaan yohimbe dengan resep.
Di Indonesia penggunaan yohimbe, dikenal dengan yohimbin juga banyak digunakan, dan ada yang dikombinasi menjadi minuman energi, seperti Irex.

Eurycoma Longifolia
Di Indonesia, yang satu ini lebih dikenal sebagai pasak bumi. Selain sebagai afrodisiak, beberapa penelitian menyebutkan bahwa pasak bumi berkhasiat sebagai obat anti-malaria. Tanaman ini banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatera, dan Malaysia.

DHEA
Testoteron sangat penting dalam fungsi seksual pria dan meningkatkan libido. Dua hal tersebut diketahui rendah pada pria yang menderita DE. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen yang mengandung DHEA (de-hydro-epi-androsterone) bisa meningkatkan hasrat seksual. Akan tetapi, DHEA memiliki efek samping menekan fungsi kelenjar di bagian otak. Keamanannya dalam jangka panjang juga belum jelas.

Cordyceps Sinensis
Ini merupakan jamur langka yang hanya hidup di dataran tinggi Tibet. Selain meningkatkan stamina, konsumsi jamur ini dipercaya bisa meningkatkan keperkasaan pria. Sebuah perusahaan suplemen kesehatan berhasil memperoleh strain Cs-4 dari jamur mycelia cordyceps yang punya manfaat setara dengan jamur yang tumbuh alami. Penelitian menunjukkan, strain cordyceps mampu meningkatkan fungsi seksual pada lansia dan memperpendek ambang rangsangan sehingga ereksi lebih cepat terjadi.


Terapi Alternatif
Di Indonesia terapi atau pengobatan alternatif banyak sekali berkembang, namun perlu selektif dalam memilih mana yang cocok, dan juga mana yang layak dipercaya. Nah untuk terapi ini, yang sudah dikenal beberapa generasi diantaranya adalah Terapi Mak Erot.
Orang Indonesia kalau sudah mendengar Mak Erot pasti konotasinya ke arah sana (tau kan yg kumaksud?). Yah itu karena saking terkenalnya Emak yang satu ini. Sampai ada juga nih pertanyaan apa bedanya Mak Erot sama Mak Ecot (red. Restoran terkenal di daerah Nagrek) ?

Sumber: healthtoday, kompas, cerita curhat teman gw
 

Read More..

Sebelum keluar kasih komentar dulu ya...

Powered By Blogger

Nyari Komisi Gretongan Disini Nih

Primary Education Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites
widgets Share/Save/Bookmark online counter

  © Blogger templates 'Neuronic' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP