10 Desember 2009

Radioaktivitas

Ilmuwan yang pertama kali menemukan gejala radioaktivitas adalah Henry Bacquerel, ketika itu ia sedang mengamati gejala fluoresens dan fosforesens pada sinar-X. Secara tidak sengaja ia menemukan bahwa senyawa uranium menunjukkan gejala radiasi dengan daya tembus yang sangat kuat. Radioaktivitas adalah peristiwa pemancaran partikel-partikel radiasi dari inti atom yang tidak stabil menjadi inti atom yang lebih stabil.Unsur yang memancarkan partikel-partikel radiasi disebut Unsur Radioaktif. Inti-inti yang tidak stabil adalah inti-inti atom berat dengan jumlah neutron (N) yang lebih besar dibanding jumlah proton (P). Selanjutnya, dari hasil percobaan Rutherford diperoleh bahwa partikel-partikel radiasi yang dipancarkan unsur radioaktif terdiri dari : partikel alfa, partikel beta, dan sinar gamma.

Sifat-sifat sinar alfa:
a. merupakan inti helium
b. bermuatan positif
c. dapat dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik
d. dapat menembus kertas tipis
e. daya ionisasi sangat kuat

Sifat-sifat sinar beta:
a. identik dengan elektron berkecepatan tinggi
b. bermuatan negatif
c. dapat dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik
d. dapat menembus aluminium setebal 3 mm
e. daya ionisasi lebih kecil dari partikel alfa, tetapi lebih besar dari sinar gamma

Sifat-sifat sinar gamma:
a. identik dengan gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi
b. tidak bermassa dan tidak bermuatan
c. tidak dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik
d. dapat menembus timbal setebal 3 cm
e. daya ionisasi paling kecil
Karena partikel sinar gamma memiliki nomor massa dan nomor atom nol, maka pemancaran sinar gamma tidak menyebabkan perubahan nomor massa dan nomor atom pada inti induk.

Read More..

Hydrophyl Lipophyl Balance (HLB)

Setiap jenis emulgator memiliki harga keseimbangan yang besarnya tidak sama. Harga keseimbangan itu dikenal dengan istilah H.L.B. (Hydrophyl Lipophyl Balance) yaitu angka yang menunjukkan perbandingan antara kelompok lipofil dengan kelompok hidrofil.
Semakin besar harga HLB berarti semakin banyak kelompok yang suka pada air, itu artinya emulgator tersebut lebih mudah larut dalam air dan demikian sebaliknya.
Dalam tabel dibawah dapat dilihat kegunaan suatu emulgator ditinjau dari harga HLB-nya.



HARGA HLB K E G U N A A N
1 - 3 Anti foaming agent
4 – 6 Emulgator tipe w/o
7 – 9 Bahan pembasah ( wetting agent)
8 – 18 Emulgator tipe o/w
13 - 15 Detergent
10 – 18 Kelarutan (solubilizing agent)

Untuk menentukan komposisi campuran emulgator sesuai dengan nilai HLB yang dikehendaki, dapat dilakukan dengan contoh perhitungan berikut ini.

Rumus I
A % b = ((x - HLB b)/ HLB a - HLB b) x 100 %

B % a = ( 100% - A%)

Keterangan :
x = Harga HLB yang diminta ( HLB Butuh)
A = Harga HLB tinggi
B = Harga HLB rendah

Rumus II
(B1 x HLB1) + (B2 x HLB2) = (B campuran x HLB campuran)


Cara Aligasi

Tween 80 (15) (X – 4,5)

X

Span 80 (4,5) (15 – X)

(X – 4,5) : (15 – X) = 70 : 30 = 7 : 3
(X – 4,5) 3 = 7 (15 – X)
3X – 13,5 = 105 – 7X
10X = 118,5
X = 11,85

Jadi HLB Campuran = 11,85


Read More..

Sediaan Farmasi Aerosol

Menurut FI.ed.IV, sediaan aerosol adalah sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif terapetik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga pemakaian lokal pada hidung (aerosol nasal) , mulut (aerosol lingual) atau paru-paru (aerosol inhalasi, ukuran partikelnya harus lebih kecil dari 10 m , sering disebut "inhaler dosis terukur").

Istilah "aerosol" digunakan untuk sediaan semprotan kabut tipis dari sistem bertekanan tinggi. Sering disalah artikan pada semua jenis sediaan bertekanan, sebagian diantaranya melepaskan busa atau cairan setengah padat.
Aerosol busa adalah emulsi yang mengandung satu atau lebih zat aktif, surfaktan, cairan mengandung air atau tidak mengandung air dan propelan. Jika propelan berada dalam fase internal (misalnya m/a) akan menghasilkan busa stabil, dan jika propelan berada dalam fase eksternal (misalnya a/m), akan menghasilkan busa yang kurang stabil.
Dalam literatur lain, aerosol adalah suatu sistem koloid lipofob (hidrofil), dimana fase eksternalnya berupa gas atau campuran gas dan fase internalnya berupa partikel zat cair yang terbagi sangat halus atau partikel-partikelnya tidak padat, ukuran partikel tersebut lebih kecil dari 50 m. Jika partikel internalnya terdiri dari partikel zat cair, sistem koloid itu berupa asap atau debu

Keuntungan Pemakaian Aerosol
1. Mudah digunakan dan sedikit kontak dengan tangan.
2. Bahaya kontaminasi tidak ada, karena wadah tertutup kedap.
3. Iritasi yang disebabkan pemakaian topikal berkurang.
4. Takaran yang dikehendaki dapat diatur
5. Bentuk semprotan dapat diatur.

Jenis/Sistem Aerosol
1. Sistem dua fase (gas dan cair)
Terdiri dari larutan zat aktif dalam propelan cair dan propelan bentuk uap, sebagai pelarut digunakan etanol, propilen glikol dan PEG untuk menambah kelarutan zat aktif. Aerosol sistem dua fase wadahnya berisi :
a. Fase gas dan fase cair
b. Fase gas dan fase padat untuk aerosol serbuk.

Fase cair dapat terdiri dari komponen zat aktif/campuran zat aktif dan propelan cair/komponen propelan yang dilarutkan didalamnya, termasuk sistem ini antara lain :
a. Aerosol ruang (space sprays) : insektisida, deodorant.
b. Aerosol pelapis permukaan (surface coating sprays) : cat, hair sprays
Aerosol sistem dua fase ini beroperasi pada tekanan 30-40 p.s.i.g (pounds per square in gauge) pada suhu 21o.

2. Sistem tiga fase (gas, cair dan padat atau cair).
Terdiri dari suspensi atau emulsi zat aktif, propelan cair dan uap propelan. Suspensi terdiri dari zat aktif yang dapat didispersikan dalam sistem propelan dengan zat tambahan yang sesuai seperti zat pembasah dan atau bahan pembawa padat seperti talk atau silika koloidal.


Read More..

Sebelum keluar kasih komentar dulu ya...

Powered By Blogger

Nyari Komisi Gretongan Disini Nih

Primary Education Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites
widgets Share/Save/Bookmark online counter

  © Blogger templates 'Neuronic' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP