17 Maret 2009

Salep

A. Pengertian Salep
Menurut FI. IV, salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep tidak boleh berbau tengik. Kecuali dinyatakan lain kadar bahan obat dalam salep yang mengandung obat keras atau narkotika adalah 10 %. 

B. Penggolongan Salep

(1) Menurut konsistensinya salep dibagi menjadi :

(a) Unguenta : adalah salep yang mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada suhu biasa tetapi mudah dioleskan tanpa memakai tenaga.
(b) Cream : adalah salep yang banyak mengandung air, mudah diserap kulit. Suatu tipe yang dapat dicuci dengan air.
(c) Pasta : adalah suatu salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk). Suatu salep tebal karena merupakan penutup atau pelindung bagian kulit yang diberi.
(d) Cerata : adalah suatu salep berlemak yang mengandung persentase tinggi lilin (waxes), sehingga konsistensinya lebih keras.
(e) Gelones Spumae : (Jelly) adalah suatu salep yang lebih halus. Umumnya cair dan mengandung sedikit atau tanpa lilin digunakan terutama pada membran mukosa sebagai pelicin atau basis. Biasanya terdiri dari campuran sederhana minyak dan lemak dengan titik lebur yang rendah.

(2) Menurut Efek Terapinya, salep dibagi atas : 
a. Salep Epidermic (Salep Penutup)
Digunakan pada permukaan kulit yang berfungsi hanya untuk melindungi kulit dan menghasilkan efek lokal, karena bahan obat tidak diabsorbsi. Kadang-kadang ditambahkan antiseptik, astringen untuk meredakan rangsangan. Dasar salep yang terbaik adalah senyawa hidrokarbon (vaselin).

b. Salep Endodermic
Salep dimana bahan obatnya menembus ke dalam tetapi tidak melalui kulit dan terabsorbsi sebagian. Untuk melunakkan kulit atau selaput lendir diberi lokal iritan. Dasar salep yang baik adalah minyak lemak.

c. Salep Diadermic (Salep Serap).
Salep dimana bahan obatnya menembus ke dalam melalui kulit dan mencapai efek yang diinginkan karena diabsorbsi seluruhnya, misalnya pada salep yang mengandung senyawa Mercuri, Iodida, Belladonnae. Dasar salep yang baik adalah adeps lanae dan oleum cacao.

(3) Menurut Dasar Salepnya, salep dibagi atas : 
(a) Salep hydrophobic yaitu salep-salep dengan bahan dasar berlemak, misalnya: campuran dari lemak-lemak, minyak lemak, malam yang tak tercuci dengan air.

(b) Salep hydrophillic yaitu salep yang kuat menarik air, biasanya dasar salep tipe o/w atau seperti dasar hydrophobic tetapi konsistensinya lebih lembek, kemungkinan juga tipe w/o antara lain campuran sterol dan petrolatum.

C. Dasar Salep

Menurut FI. IV, dasar salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok, yaitu dasar salep senyawa hidrokarbon, dasar salep serap, dasar salep yang dapat dicuci dengan air, dasar salep larut dalam air. Setiap salep obat menggunakan salah satu dasar salep tersebut.

1). Dasar Salep Hidrokarbon 
Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak, antara lain vaselin putih dan salep putih. Hanya sejumlah kecil komponen berair yang dapat dicampurkan kedalamnya. Salep ini dimaksudkan untuk memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit dan bertindak sebagai pembalut penutup. Dasar salep hidrokarbon digunakan terutama sebagai emolien, sukar dicuci, tidak mengering dan tidak tampak berubah dalam waktu lama. 

2). Dasar Salep Serap
Dasar salep serap ini dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri atas dasar salep yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak (parafin hidrofilik dan lanolin anhidrat), dan kelompok kedua terdiri atas emulsi air dalam minyak yang dapat bercampur dengan sejumlah larutan air tambahan (lanolin). Dasar salep ini juga berfungsi sebagai emolien.

3). Dasar Salep yang dapat dicuci dengan air.
Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air, antara lain salep hidrofilik (krim). Dasar salep ini dinyatakan juga sebagai dapat dicuci dengan air, karena mudah dicuci dari kulit atau dilap basah sehingga lebih dapat diterima untuk dasar kosmetika. Beberapa bahan obat dapat menjadi lebih efektif menggunakan dasar salep ini dari pada dasar salep hidrokarbon. Keuntungan lain dari dasar salep ini adalah dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap cairan yang terjadi pada kelainan dermatologik.

4). Dasar Salep Larut Dalam Air 
Kelompok ini disebut juga dasar salep tak berlemak dan terdiri dari konstituen larut air. 
Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungannya seperti dasar salep yang dapat dicuci dengan air dan tidak mengandung bahan tak larut dalam air, seperti paraffin, lanolin anhidrat atau malam. Dasar salep ini lebih tepat disebut gel.

 Pemilihan dasar salep tergantung pada beberapa faktor yaitu khasiat yang diinginkan, sifat bahan obat yang dicampurkan, ketersediaan hayati, stabilitas dan ketahanan sediaan jadi. Dalam beberapa hal perlu menggunakan dasar salep yang kurang ideal untuk mendapatkan stabilitas yang diinginkan. Misalnya obat-obat yang cepat terhidrolisis, lebih stabil dalam dasar salep hidrokarbon daripada dasar salep yang mengandung air, meskipun obat tersebut bekerja lebih efektif dalam dasar salep yang mangandung air.

Beberapa contoh – contoh dasar salep :
1 Dasar salep hidrokarbon Vaselin putih ( = white petrolatum = whitwe soft paraffin), vaselin kuning (=yellow petrolatum = yellow soft paraffin), campuran vaselin dengan cera, paraffin cair, paraffin padat, minyak nabati.

2 Dasar salep serap 
(dasar salep absorbsi) Adeps lanae, unguentum simpleks (cera flava : oleum sesami = 30 : 70), hydrophilic petrolatum ( vaselin alba : cera alba : stearyl alkohol : kolesterol = 86 : 8 : 3 : 3 )

3 Dasar salep dapat 
dicuci dengan air Dasar salep emulsi tipe m/a (seperti vanishing cream), emulsifying ointment B.P., emulsifying wax, hydrophilic ointment.

4 Dasar salep larut air Poly Ethylen Glycol (PEG), campuran PEG, tragacanth, gummi arabicum

Kualitas dasar salep yang baik adalah:
1. Stabil, selama dipakai harus bebas dari inkompatibilitas, tidak terpengaruh oleh suhu dan kelembaban kamar.
2. Lunak, semua zat yang ada dalam salep harus dalam keadaan halus, dan seluruh produk harus lunak dan homogen.
3. Mudah dipakai
4. Dasar salep yang cocok
5. Dapat terdistribusi merata

(Sumber Buku Ilmu Resep Depkes)

Read More..

08 Februari 2009

Obat Sinergis


1. Pulvis opii, pulvis opii compositus, Extr. Opii, tinc. Opii crocata, tinc opii, tinc opii benzoica, pantopan, opialum, Hydrocloras – Mhorpin, Dilaudid, vinum opii cromaticum, dholatin ( pethidin ), metdhon, syropus opiatus, Syropus opii dilitus.

2. Follia Belladone, Feliia Starmonii, Folia Hyoscyami, dan tinctur-tinctur, serta ekstrak yang dibuat dari obat-obat tersebut, Sulfas Atropin, Novatropium, Emydrinum, Hydrobromas homatropini Extr. Bellad, Scop Hbr.

3. Foliia Digitalis, Tinctura digitalis, Liquor digitalis da. Usu Internum en Ad injectionum, Digalen, Digitexinum, digoxinum, Acetum, digitalis, Semen Strophati, Strophantium Crystalicatum, Bulbus Scillae, Acetum Scillae, Scillaren, Herba Consalarriae majalis.

4. Cremine, Cardiazol, Herba lobiliale, Tinctur lobileale, Chompora, caffenium, citras coffine, benzoas natricus dan Salisilas natricus cum coffieno, fasta guarana, semen cola Extractum cola mliquidum

5. Follia coca hydrocloras cocaine, extr. Coca liquidum, tinctura coca, vinum coca, Novacainum, butacaine, pentocaine, tutocaine Percaine, alypine, stovaine, orthoform.

6. Coffinum, citra coffeini, benzoas natricus dan salysilas natricus, cum coffiine.
Semen cola. Extr. Cola liquidum, fasta guarana, theobrominum, thephylinum,
Eupylinum, mersalyl, novurit, novasurol, urem, diuretinum,
Calsium diuretine, agurin, bulbus scillae.

7. urothrophine, borovortino, helmitol, seliformin, cylotropino
cystopurine, amphortrhopine, hexylresorciunum.

8 semen strychni, nitras strychni, tinctur strychni, extr. Strychni, syrup cola compositus, thebainum, 
pixrotoxinum.

9 Antypirinum , phyramidon, migrainine, melubrine, phenasetin, salipirin, acetanilidum, salopheen.

10 Sulponall, trional,tetronal hydraschlorali, hydras amylinucus, paraldehidum, veronal, luminal, 
rutonal, evivan, somnifer, dial, allonal, phanandorm, prominal, soneryl, pernocton, nembuta, 
amytal, diphantonium, bromural, adaline, champora monobromata.

11 Codenium dan garam-garamnya, sirupus codeini, dionium, dicodid, acedikon, eucodal, bandingkan 
dengan 1 )

12 Scale cornutum, extr. Secalis cornuti, extr. Secalis cornutiliquidum, tint. Secalis cornuti, 
ergometrine, extr. Hydrastis liquidum, dan siccum, separtein.

13 Hydrocloras emeitin, radix ipecacuanchae dan tinctures ipechacuanha hydrochloric apomhorpini, 
tetras calico stibylicus. 

14 Solute nitroglycerine, nitric acthylicus cum spirits, nitris amillicus dan nitrt-nitrit organik dan anorganik 
yang lain, extr. Visci albi, khelline, acidum nichotinicum , Benzedrine, rhizome veratri viridi.

15 Adrenalium, ephedrinum, benzerdrine, pervitine, syneprine.
16 Fructus colocynthidis, extr, cholocynthidis, resina phodopilli, gummi gutti, oleum crotonis.

17 Flores cinae, santoninum, extr filicis, cortex granati, extr. Granti. Oleum chenophydii, tetra 
chloretum carbonicum.

18 Acidum arsenicum, liquor fowleri, arsenas natricus.

19 Kreosotum, guaiacolum, carbonas creosoti, carbonas guaiacoli, sololum, tymolum, phenolum, 
resorsinum, salophen, neptholun.

20 Pilocarpinum, physostigmin dan garam-garamnya, benzoas benzylicus, novacainum, cyclospasmol.

21 Papaverine dan garam-garamnya, ampprotropine, benzoas benzylicus, novacainum, cyclospasol.

22 Benadryl, antistin, penergan, thephorine, antalegran.

(Sumber  : Van Duin, FB V, etc)

Read More..

06 Februari 2009

Persiapan Meracik Obat

I.1 PERSIAPAN
1. Pertama-tama harus memperhatikan alat-alat yang akan dipakai, seperti:
Lumpang (mortir), stamper, cawan, gelas ukur, gelas piala (beaker glass) dan timbangan harus bersih.
2. Bacalah resep yang akan dikerjakan dengan cermat dan teliti. Apakah kelengkapan resep sudah memenuhi syarat, sesuai dengan peraturan yang berlaku? (Formularium Nasional, ISO, IIMS, Farmakope Belanda)? Apakah ada yang perlu diganti atau disesuaikan untuk memperkerjakannya? Hal ini semua perlu sekali diperhatikan jangan sampai salah.

I.2 PENIMBANGAN
Penimbangan dalam mengerjakan resep ini dipakai alat timbangan bertangan panjang dengan beberapa macam daya timbang. Timbangan harus dalam keadaan setimbang (balance), bila tidak setimbang maka harus disetimbangkan dengan :
a. Diusahakan dengan mengatur tombol pengatur kesetimbangan, dengan menggeser-geserkan ke dalam maupun ke luar. Bila dengan tombol pengatur kesetimbangan tidak bisa, karena di luar kepekaan timbangan, maka perlu ditambahkan pembeban timbangan (dengan peluru senapan angin/mimis, kelereng kecil atau potongan bekas kemasan pasta gigi) yang telah dibungkus rapih.
b. Bisa juga penambahan pembebanan pada anak timbangan itu sendiri atau ditempelkan di bawah piring timbangan yang tentunya disimpan serapih mungkin jangan sampai mengganggu.


Ada tiga jenis alat timbangan :
1. Timbangan gram kasar : mempunyai daya beban antara 250 gram sampai 1.000 gram, dengan kepekaan 200 mg.
2. Timbangan gram halus : mempunyai daya beban 100 gram sampai 200 gram, dengan kepekaan 50 mg. 
3. Timbangan miligram : mempunyai daya beban 10 sampai 50 gram dengan kepekaan 5 mg.
 Yang dimaksud dengan daya beban timbangan adalah bobot maksimum yang boleh ditimbang, sedangkan kepekaan adalah tambahan bobot maksimum yang diperlukan pada salah satu piring timbangan setelah keduanya diisi muatan maksimum menyebabkan ayunan jarum timbangan tidak kurang dari 2 mm dari tiap dm panjang jarum.
 Bobot terkecil yang boleh ditimbang dengan timbangan gram adalah satu gram, sedangkan bobot terkecil yang boleh ditimbang dengan timbangan miligram adalah 50 miligram.
 Bila bahan obat yang harus ditimbang bobotnya kurang dari 50 miligram, maka penimbangannya dilakukan dengan pengenceran. Sebagai pengencer biasanya digunakan bahan yang bersifat “inert” atau netral, seperti saccharum laktis (lactosum) untuk bahan obat berupa serbuk, sedangkan air atau larutan untuk bahan yang berupa cairan (sediaan cair). Sebagai bahan pengencer dapat digunakan bahan lainnya tergantung dari basis atau pembawa sediaaan yang akan dibuat.
 Cara penempatan anak timbangan dan bahan obat sebagai berikut : anak timbangan ditempatkan pada sebelah kiri piring timbangan, sedangkan bahan obat ditempatkan pada piring timbangan sebelah kanan (untuk memudahkan manambah atau mengurangi bahan obat bila kurang atau lebih).

Cara menimbang bahan obat :
1. Zat padat atau serbuk : terlebih dahulu piring timbangan baik di sebelah kiri maupun kanan diberi alas dengan kertas timbangan (perkamen) yang sama ukurannya. Kemudian anak timbangan disimpan di sebelah kiri piring timbangan dengan bantuan pinset kecil dan bahan obat disimpan di sebelah kanan dengan bantuan spatel.
2. Ekstrak kental : ditimbang pada kertas parafin (perkamen yang telah diolesi parafin cair), dengan spatel dimasukkan ke dalam mortir.
3. Zat cair/ekstrak cair : ditimbang dalm krus (kui) kalau sedikit bisa dengan cawan petri atau kaca arloji yang telah ditara.

 Cara menara cawan atau botol : dilakukan pada piring timbangan sebelah kiri atau sebelah kanan setelah wadahnya disimpan pada piring timbangan diatur kesetimbangannya dengan menempelkan penyetara seperti peluru mimis, kelereng kecil atau potongan bekas pasta gigi (odol). Setelah setimbang baru dimasukkan bahan obat yang akan ditimbang. 
 Istilah menara biasanya dipakai untuk mengukur dalam satuan gram (berat), sedangkan istilah mengkalibrasi biasa dipakai untuk mengukur dalam satuan volume (mililiter). Misalnya : akan membuat obat batuk dengan volume 100 mL, pertama kali kita harus mempersiapkan botol yang volumenya lebih besar dari 100 mL (jangan terlalu penuh, diberi ruangan udara untuk mengocok obat). Kemudian dengan memasukkan air ke dalam botol sebanyak 100 mL dan batas volume tersebut ditandai (bisa dengan spidol atau menempelkan selotif atau label) dan apabila obat telah dimasukkan ke dalam botol tanda-tanda tersebut bisa dihapus kembali.
 Dalam menuang cairan dari botol bahan obat untuk diambil sesuai dengan kebutuhan, letak etiket pada botol harus di atas, hal ini untuk menghindari pengotoran etiket.


Read More..

Sebelum keluar kasih komentar dulu ya...

Powered By Blogger

Nyari Komisi Gretongan Disini Nih

Primary Education Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites
widgets Share/Save/Bookmark online counter

  © Blogger templates 'Neuronic' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP